Untuk memperoleh gambaran tentang kapabilitas seseorang, lazim digunakan tes intelegensi. Melalui skor-skor yang diperoleh, selanjutnya yang bersangkutan dapat diklasifikasikan kedalam kelompok bawah rata-rata (subnormal), rata-rata (normal), dan diatas rata-rata (supernormal).
Penerapan tes intelegensi terhadap penglihatan
orang normal, baik WISC (Weschler
Intelegence Scale for Children) maupun
WAIS (Weschler Adult Intelegence Scale) barangkali tidak banyak kpersoalan karena materi-materi tes yang terdiri atas tes verbal dan tes performance dapat dilaksanakan dengan baik. Lain halnya jika
penerapan tes tersebut diterapkan kepada anak tunanetra,
untuk item-item tes verbal yang dapat dijawab secara lisan barangkali dapat
dilaksanakan dengan baik, tetapi tidak demikian dengan item-item tes yang
termasuk dalam tes performance
(nonverbal).WAIS (Weschler Adult Intelegence Scale) barangkali tidak banyak kpersoalan karena materi-materi tes yang terdiri atas tes verbal dan tes performance dapat dilaksanakan dengan baik. Lain halnya jika
Dengan pertimbangan tersebut, para
tester anak tunanetra mengalami kesukaran untuk menentukan kondisi kecerdasan
anak tunanetra secara tepat. Berdasarkan kenyataan tersebut, para ahli teas
kecerdasan perlu menyusun tes kecerdasan yang diperuntukkan khusus anak
tunanetra agar dapat diperoleh gambaran yang tepat atau mendekati kondisi
kecerdasan anak tunanetra yang sebenarnya.
Ada beberapa jenis tes yan diciptakan
untuk mengukur tingkat kecerdasan yang khusus diperuntukkan bagi anak
tunanetra, antara lain Ohwaki Kohn Block
Design, Hisblind Learning Design, Interim Heyes-Binet Inteligence Test, Test
Verbal dari WISC, Blind Learning Aptitude Test.
Heyes, seorang ali pendidikan anak
tunanetra telah melakukan penelitian terhadap kondisi kecerdasan anak
tunanetra. Kesimpulan hasil penelitiannya sebagai berikut:
- · Ketunanetraan tidak secara otomatis mengakibatkan kecerdasan rendah
- · Mulainya ketunanetraan tidak memengaruhi tingkat kecerdasan
- · Anak tunanetra ternyata banyak yan berhasil mencapai prestasi intelektual yang baik, apabila lingkungan memberikan kesempatan dan motivasi kepada anak tunanetra untuk berkembang
- · Penyandang ketunanetraan tidak menunjukkan kelemahan didalam intelegensi verbal
Kesimpulan
dari hasil penelitian Heyes, setidaknya menegaskan bahwa pada dasarnya kondisi
kecerdasan anak tunanetra tidak berbeda dengan anak normal umumnya (Bateman,
1962). Apabila diketahui kondisi kecerdasan anak tunanetra lebih rendah dari
anak normal (awas,melihat), pada umumnya hambatan persepsi, berpikir secara
komprehensif dan mencari rangkaian sebab akibat (Anam, 1981). Bahkan jika
dikonversikan dengan fase perkembangan kognitif dari Piaget, perkembangan
kognitif anak tunanetra pada tingkat sensomotorik tehambat kurang lebih 4
tahun, dan pada fase intuitif terhambat 2 tahun. Meskipun dalam proses
berpikirnya tidak berbeda dengan anak normal.
Cruickshank
(1980) menjelaskan bahwa aplikasi terhadap struktur kecakapan anak tunanetra
yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mengkomparasikan dengan anak normal,
antara lain sebagai berikut:
◙
Anak tunanetra menerima pengalaman nyata yang
sama dengan anak normal, dari pengalaman tersebut, kemudian diintegrasikan
dalam pengertiannya sendiri
◙
Anak tunanetra cenderung menggunakan pendekatan
konseptual yang abstrak menuju ke konkret, kemudian menuju fungsional serta
terhadap konsekuensinya, sedangkan pada anak normal yang terjadi sebaliknya.
◙
Anak tunanetra perbendaharaan kata-katanya
terbatas pada definisi kata
◙
Anak tunanetra tidak dapat membandingkan,
terutama dalam hal kecakapan numerik
Masih dalam konteks yang sama,
Lowenveld (dalam Kirk, 1970) menyebutkan bahwa keterlambatan tersebut terjadi
karena terbatasnya hal-hal berikut:
- Tingkat variasi dan pengalaman yang diperoleh anak tunanetra
- Kemampuan untuk memperolehnya
- Kontrol dari lingkungan dan dari anak tunanetra sendiri dalam berhubungan antara keduanya
Dikutip dari
Pengantar Psikologi Anak Berkelainan karya Efendi, Mohammad tahuun 2006 dengan
perubahan.
3 komentar:
terima kasih atas infonya..
akan lebih baik, jika lebih dirinci lagi mengenai tes intelegensinya..:)
blognya bagus tampilannya. sederhana tapi enak di liat.
makasih juga buat posnya nambah ilmu buat aku.. :)
blog nya keren.. sukaa suka :)
Posting Komentar