Senin, 11 November 2013

Kondisi Kecerdasan Anak Tunanetra


         Untuk memperoleh gambaran tentang kapabilitas seseorang, lazim digunakan tes intelegensi. Melalui skor-skor yang diperoleh, selanjutnya yang bersangkutan dapat diklasifikasikan kedalam kelompok bawah rata-rata (subnormal), rata-rata (normal), dan diatas rata-rata (supernormal).
         Penerapan tes intelegensi terhadap penglihatan orang normal, baik WISC (Weschler Intelegence Scale for Children) maupun
WAIS (Weschler Adult Intelegence Scale) barangkali tidak banyak kpersoalan karena materi-materi tes yang terdiri atas tes verbal dan tes performance dapat dilaksanakan dengan baik. Lain halnya jika
penerapan tes tersebut diterapkan kepada anak tunanetra, untuk item-item tes verbal yang dapat dijawab secara lisan barangkali dapat dilaksanakan dengan baik, tetapi tidak demikian dengan item-item tes yang termasuk dalam tes performance (nonverbal).
         Dengan pertimbangan tersebut, para tester anak tunanetra mengalami kesukaran untuk menentukan kondisi kecerdasan anak tunanetra secara tepat. Berdasarkan kenyataan tersebut, para ahli teas kecerdasan perlu menyusun tes kecerdasan yang diperuntukkan khusus anak tunanetra agar dapat diperoleh gambaran yang tepat atau mendekati kondisi kecerdasan anak tunanetra yang sebenarnya.
         Ada beberapa jenis tes yan diciptakan untuk mengukur tingkat kecerdasan yang khusus diperuntukkan bagi anak tunanetra, antara lain Ohwaki Kohn Block Design, Hisblind Learning Design, Interim Heyes-Binet Inteligence Test, Test Verbal  dari WISC, Blind Learning Aptitude Test.
         Heyes, seorang ali pendidikan anak tunanetra telah melakukan penelitian terhadap kondisi kecerdasan anak tunanetra. Kesimpulan hasil penelitiannya sebagai berikut:

  • ·         Ketunanetraan tidak secara otomatis mengakibatkan kecerdasan rendah
  • ·         Mulainya ketunanetraan tidak memengaruhi tingkat kecerdasan
  • ·         Anak tunanetra ternyata banyak yan berhasil mencapai prestasi intelektual yang baik, apabila lingkungan memberikan kesempatan dan motivasi kepada anak tunanetra untuk berkembang
  • ·         Penyandang ketunanetraan tidak menunjukkan kelemahan didalam intelegensi verbal

Kesimpulan dari hasil penelitian Heyes, setidaknya menegaskan bahwa pada dasarnya kondisi kecerdasan anak tunanetra tidak berbeda dengan anak normal umumnya (Bateman, 1962). Apabila diketahui kondisi kecerdasan anak tunanetra lebih rendah dari anak normal (awas,melihat), pada umumnya hambatan persepsi, berpikir secara komprehensif dan mencari rangkaian sebab akibat (Anam, 1981). Bahkan jika dikonversikan dengan fase perkembangan kognitif dari Piaget, perkembangan kognitif anak tunanetra pada tingkat sensomotorik tehambat kurang lebih 4 tahun, dan pada fase intuitif terhambat 2 tahun. Meskipun dalam proses berpikirnya tidak berbeda dengan anak normal.
Cruickshank (1980) menjelaskan bahwa aplikasi terhadap struktur kecakapan anak tunanetra yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mengkomparasikan dengan anak normal, antara lain sebagai berikut:
        Anak tunanetra menerima pengalaman nyata yang sama dengan anak normal, dari pengalaman tersebut, kemudian diintegrasikan dalam pengertiannya sendiri
        Anak tunanetra cenderung menggunakan pendekatan konseptual yang abstrak menuju ke konkret, kemudian menuju fungsional serta terhadap konsekuensinya, sedangkan pada anak normal yang terjadi sebaliknya.
        Anak tunanetra perbendaharaan kata-katanya terbatas pada definisi kata
        Anak tunanetra tidak dapat membandingkan, terutama dalam hal kecakapan numerik
         Masih dalam konteks yang sama, Lowenveld (dalam Kirk, 1970) menyebutkan bahwa keterlambatan tersebut terjadi karena terbatasnya hal-hal berikut:

  1. Tingkat variasi dan pengalaman yang diperoleh anak tunanetra
  2. Kemampuan untuk memperolehnya
  3. Kontrol dari lingkungan dan dari anak tunanetra sendiri dalam berhubungan antara keduanya

Dikutip dari Pengantar Psikologi Anak Berkelainan karya Efendi, Mohammad tahuun 2006 dengan perubahan.


3 komentar:

Selfiatun mengatakan...

terima kasih atas infonya..
akan lebih baik, jika lebih dirinci lagi mengenai tes intelegensinya..:)

Chocolate mengatakan...

blognya bagus tampilannya. sederhana tapi enak di liat.
makasih juga buat posnya nambah ilmu buat aku.. :)

Unknown mengatakan...

blog nya keren.. sukaa suka :)

Thank You Comments Pictures