Minggu, 17 November 2013

Belajar Menulis Untuk Tunanetra

Untuk belajar membaca dan menulis, umumnya anak-anak penyandang tunanetra menggunakan huruf braille. Namun, bagi kebanyakan orang, pastilah sulit untuk memahami tulisan mereka tanpa memiliki pengetahuan dasar soal Braille. Hal inilah yang mendasari beberapa ilmuwan untuk

Ajak Anak Tunanetra Mandiri Sejak Dini

Memiliki kekurangan tidak menghalangi anak-anak usia dini untuk mengembangkan diri. Apalagi sekarang telah hadir Pusat Layanan Dini (Early Intervention Center) untuk anak Tunanetra dan Anak dengan Gangguan Penglihatan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina.
Pusat layanan yang diprakarsai oleh Helen Keller International (HKI)/Indonesia dan didukung oleh United States Agency for International Development (USAID) ini diresmikan Gubernur Sulsel melalui

Strategi Pembelajaran Anak Tunanetra

Permasalahan strategi pembelajaran dalam pendidikan anak tunanetra didasarkan pada dua pemikiran, yaitu :
1. Upaya memodifikasi lingkungan agar sesuai dengan kondisi anak (di satu sisi).
2. Upaya pemanfaatan secara optimal indera-indera yang masih berfungsi, untuk mengimbangi kelemahan yang disebabkan

PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN YANG TEPAT BAGI SISWA TUNANETRA

Tujuan pembelajaran merupakan sasaran utama yang harus dicapai setelah proses pembelajaran selesai. Metode dan pendekatan yang tepat untuk mengajar dan aktivitas siswa dalam belajar merupakan hal yang harus diperhatikan ketika merancang suatu rencana pembelajaran.
Dengan demikian pemilihan metode sangat penting agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Hal itu senada dengan pendapat yang dikemukakan oleh Surakhmad (1986 :75), bahwa metode adalah

Perkembangan Motorik, Emosi, dan Sosial

A. Perkembangan Motorik Anak TunanetraPerkembangan motorik anak tunanetra cendrung lambat dibandingkan dengan anak awas pada umumnya. Keterlambatan ini terjadi karna dalam perkembangan perilaku motorik diperlukan adanya koordinasi fungsional antara neuromuscular system (system persyarafan dan otot) dan fungsi psikis (kognitif, afektif, dan konatif), serta kesempatan yang diberikan oleh lingkungan.
Pada anak tunanerta mungkin fungsi neuromuscular system tidak bermasalah tetapi fungsi psikisnya kurang mendukung serta

Senin, 11 November 2013

Kondisi Kecerdasan Anak Tunanetra


         Untuk memperoleh gambaran tentang kapabilitas seseorang, lazim digunakan tes intelegensi. Melalui skor-skor yang diperoleh, selanjutnya yang bersangkutan dapat diklasifikasikan kedalam kelompok bawah rata-rata (subnormal), rata-rata (normal), dan diatas rata-rata (supernormal).
         Penerapan tes intelegensi terhadap penglihatan orang normal, baik WISC (Weschler Intelegence Scale for Children) maupun

Minggu, 10 November 2013

Perkembangan Kognitif Anak Tunanetra



         Manusia berhunbungan dengan lingkungan, baik sosial maupun alam melalui kemampuan inderanya. Sekalipun masing-masing indera mempunyai sifat dan karakteristik yang khas, namun dalam bekerjanya memerlukan kerjasama dan keterpaduan diantara indera-indera tersebut sehingga memperoleh pengertian atau makna yang lengkap dan utuh tentang objek di

Senin, 04 November 2013

Fungsi Panca Indra Bagi Anak Tunanetra



Penggunaan semua fungsi indra maupun fungsi motorik sebagai eksplorasi terhadap lingkungan sekitar memiliki fungsi peranan yang sangat penting. Namun, diantara pancaindra yang dimiliki manusia, indra penglihatan menjadi indra terdepan, disamping fungsi organ fisik yang lain mempunyai kontribusi yang

Jumat, 01 November 2013

Klasifikasi Anak Tunanetra



Derajat tunanetra berdasarkan distribusinya berada dalam rentangan yang berjenjang dari yang ringan sampai yang berat. Berat ringannya jenjang ketunanetraan didasarkan kemampuan untuk melihat bayangan benda. Lebih jelasnya jenjang kelainan ditinjau dari ketajaman untuk melihat bayangan benda dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut:
1.       Anak yang mengalami kelainan penglihatan yang mempunyai
Thank You Comments Pictures